"Kepulangan Arini"
Dia adalah Bintang dari segala Bintang,cahayanya memendar keseluruh alam raya,senyumnya mengoda kesetiap sel sel keimanan setiap pria normal manapun diseantero kota.
Namanya Arini,bintangnya bintang diSMAku dan kebetulan dia juga teman sd,teman smp juga teman bermain dirumah karena dia juga tetangga sebelah rumah.
Sejak SD sudah banyak yang naksir,berlanjut SMP hingga SMA,tapi begitulah hanya sekedar pacaran tidak ada yang serius,mungkin karena masih sekolah.
Tapi anehnya aku tidak pernah ada ketertarikan sedikitpun dengan Arini,mungkin karena dia tetangga,jadi terasa bosan setiap hari bertemu dengannya.
Setelah lulus SMA,aku melanjutkan kuliah ke ibukota dan Arini kerja diluar pulau,lama tak terdengar kabar, tiba tiba ada telpon dari Mamah memberi tahu,jika ada waktu tolong tengoklah sebentar Arini,dia sekarang dirawat di sebuah rumah sakit di pinggiran ibukota,kasihan kemarin ibunya nangis nangis ke rumah, pingin nengok tapi belum ada uang.
Setelah mendapatkan alamatnya aku segera ke rumah sakit tersebut,dengan ribuan pertanyaan berkecamuk dikepala,ada apa sebenarnya..??, sakit apa..?,kenapa ada dirumah sakit ..??
Kulihat seorang perempuan duduk di kursi roda tangannya sedikit bergetar nampak sedang disuapi oleh suster penjaga,segera kuhampiri .. Ya Tuhan..!! Arini..!!teriakku lirih... kenapa bisa begini...?,dia sedikit menoleh ketika kupanggil,tapi tidak mengenali,hanya bibirnya berulang kali bergetar sambil berucap lirih ...dinda..dinda..mana anakku dinda..lalu nampak berlinang airmatanya.
Setelah selesai menyuapi,suster kemudian membaringkannya di atas Ranjang pasien,kemudian aku bertanya bagaimana ceritanya Arini bisa sampai di rumah sakit,menurut suster Arini diantarkan oleh pihak kepolisian satu minggu yang lalu
Menurut pihak kepolisian dia ditemukan setengah Telanjang,terdampar di sebuah pulau di pinggiran ibukota, tak jauh disamping tubuhnya tergeletak mayat anak perempuan kecil kisaran umur 2 tahun dengan darah yang telah mengering disela bibir mungilnya,nampak berserakan pula potongan kayu serta pecahan Perahu bergambar Alien yang sudah sedikit kabur warnanya.
Tak lama datang petugas dari kepolisian ,mereka bertanya apakah aku adalah keluarga korban,karena sebelumnya pihak dari kepolisian sudah mencoba untuk menghubungi keluarga Arini melalui alamat serta no telepon yang yang tersimpan di tas kecil yang menempel ditubuhnya.
Kemudian aku ceritakan yang aku tahu mengenai Arini,serta coba kuhubungi lagi mamah agar memberi tahu keluarganya bahwa aku sudah berhasil bertemu dengan Arini.
Aku mencoba mencari tahu ada apa sebenarnya dengan Arini,berdasar cerita salah satu teman satu perahu yang berhasil diselamatkan oleh petugas,Arini bersama anaknya adalah salah satu dari tenaga kerja ilegal yang mencoba pulang ke tanah air dengan Perahu nelayan,tapi sayang ditengah perjalanan perahunya pecah, terkena ombak yang sangat dahsyat, menghantam perahu yang ditumpangi oleh sekitar 50 orang tenaga kerja ilegal.
Arini dan anaknya terpisah ditengah lautan,mereka hilang tertelan ombak yang mengganas.sementara beberapa teman seperahunya berhasil diselamatkan,sebagian lagi hilang entah kemana,kemudian Arini beserta anaknya ditemukan terdampar di sebuah pulau dipinggiran ibukota.
Perjalanan hidup memang tidak bisa ditebak,setelah lulus SMA Arini pergi merantau keluar negeri,tapi dengan cara yang kurang benar,dia ditipu oleh calo tenaga kerja,disana bekerja diperkebunan kelapa sawit,tak berapa lama bertemu seorang pria,lalu menikah secara agama,dan karena kerinduannya akan orang tua,dia memaksa untuk pulang padahal sudah dilarang oleh suaminya,selain karena ilegal resikonya juga berat,tapi malang tak dapat ditolak mujur, tak dapat diraih,kerinduan yang menggebu itu berakhir petaka dan air mata.
Dan masih saja terngiang ditelinga ketika aku pulang, Arini terus saja memangil manggil nama anaknya ..dinda..dinda... duh sedihnya terasa sampai kedalam jiwa,aku tahu kehilangan orang yang sangat kita cintai itu sangat berat apalagi ini anak semata wayang baru berumur dua tahun masih lucu lucunya,terbayang ketika dia berusaha mendekap anaknya diantara badai yang menerjang.. ah.. aku kok jadi ikut menangis..,yang tabah ya Arini,semoga kamu kuat...harus kuat...!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar