Jumat, 25 Oktober 2019

menulis mencari receh berdigit digit

Menulis....
sejak kapan saya bisa menulis,jadi kepikiran ketika bertemu paman hariadhi lewat sebuah sharing materi di the writers sebuah WA group yang dibentuk oleh om bud yang kebetulan diisi oleh paman hariadhi,seorang penulis yang sudah ternama dan malang melintang di dunia 
Penulisan terutama di media sosial.
Kenapa menulis adalah adalah skill tertua,karena sejatinya sejak awal sekolah taman kanak bahkan sebelum sekolah,sudah di ajarkan bagaimana cara menulis,mulai dari abcd,latihan mengeja ini budi,ini bapak budi.
Nah yang jadi masalah,skills menulis saya ya cuma segitu segitu aja,hanya sekedar bisa menulis,paling hebat ya menulis karangan bebas saat pelajaran Bahasa Indonsia,atau nulis puisi buat di tempel di mading.
Kabar baiknya kata paman hariadhi menulis adalah cara termudah untuk cari uang,atau bahasa kerennya menulis bisa untuk sumber penghasilan,tanpa harus bikin cerpen dulu,atau bikin novel atau  bikin komik,kenapa saya tulis cerpen,novel atau komik,karena setahu saya cari uang dari menulis ya bikin itu tadi,cerpen, novel,atau komik.
Paman hariadhi bilang ada banyak jalan untuk mendapatkan uang dari menulis,dari menulis di blog untuk sekedar dapat receh,sampai jadi ghostwriter yang bisa dapat gaji bulanan yang nilainya berlipat lipat dari gaji umr.
Dan ini sungguh hal yang menggembirakan buat saya,meski kata paman hariadhi kita harus belajar ,belajar dan terus belajar karena ada istilah ingatlah 10 ribu jam terbang,kita akan jadi master atau ahlinya ahli,intinya inti dalam suatu bidang jika kita sudah berlatih 10 ribu jam terbang tampa henti.

Dan tentu saja persitence atau kegigihan,atau kengeyelan,karena tanpa kegigihan dan kengeyelan,percayalah usaha itu akan berhenti pada kali ketiga,atau malah kali kedua,atau bisa jadi belum usaha sama sekali eh udah nyerah begitu aja,

Dan saya yakin jika seorang "Deden" tidak persitence saat cari pasangan,pasti saya masih jomblo sampai saat ini ha ...ha...ha...

Oleh karena itu mulai detik ini,hari ini saya akan memaksakan diri  "pres on" agar selalu belajar menulis,mumpung masih bernafas dan ada para master yang membimbing,hatur nuhun kepada para master dan suhu di dunia penulisan yang sudi kiranya membimbing para fakir penulis ini.
Dan yang pasti udah nggak sabar agar bisa dapat receh berdigit digit dari hasil menulis.

Jika bisa bersatu kenapa mesti berseteru

Minggu pagi wa group politik udah rame aja,karena siangnya ada pelantikan pak jokowi,serta beberapa hari kemudian pak jokowi ngumumin,para menteri yang akan membantu kinerjanya selama lima tahun kedepan.
Dan terus terang buat saya sebagai warga negara indonesia tercinta ini,ini adalah berita yang sangat menggembirakan terlepas siapapun pilihan politik dan persiden yang saya pilih pada pemilu kemarin,tapi yang paling penting adalah mulai tenangnya dunia medsos dari peperangan maha dahsyat antara dua kubu pendukung calon presiden,yang gemanya sudah dimulai sejak awal tahun kemarin.

Dan itu sungguh sangat melelahkan jiwa jiwa yang santuy ini,bagaimana tidak,ketika hampir semua masyarakat medsos didunia +62 ini begitu mudahnya menghujat,memaki maki bahkan mengadili seolah olah mereka semua sudah menjadi hakim agung yang bebas menentukan siapa yang salah dan siapa yang benar.

Belum lagi tingkah laku para politisi  di dunia medsos yang pintar sekali mengamunisi serta membakar semangat para pasukan yang haus akan caci maki dan sumpah serapah.

Dan lucunya ketika semuanya berakhir 
Mereka para politisi  yang dulu begitu kejamnya menghujat dan membuat dunia medsos +62 menjadi hinggar binggar itu dengan entengnya,senyam senyum  di depan media mendekati para pemenang,tanpa memikirkan hati para pendukung yang sudah terlanjur banyak dosa karena sibuk menghujat bahkan menyebar berita hoax dengan sangat kejamnya. 

Dan sebagai Bapak dua anak yang sehari hari nguli untuk mengais rejeki,ngumpulin sereceh dua receh buat menyambung hari.
Juga tak luput dari caci maki mereka,dan bahkan ada yang mempertanyakan level keimanan kita terhadap sang pencipta,dan lucunya,ada dari mereka yang merendahkan keimanan kita itu,saya tahu dulunya mereka kurang mengenal tuhan.

Ha ha ha saya hanya bisa terbahak bahak dalam hati sambil istighfar semoga dosa dosa saya dikurangi seiring caci maki mereka yang sangat luar binasa.
Tapi Alhamdulillah semuanya sudah berakhir setidaknya sebelum ada isu baru yang akan mentriger peperangan kembali

Dan semoga mereka yang dulu saling  bersaing untuk satu pilihan semoga bisa melebur,toh pada kenyataannya,para pemimpin negeri ini sudah bersatu bahkan saling bekerja sama dalam satu team yang sama,masa kita yang cuma pendukung 
masih terus memendam amarah sih...

Atau memang ada agenda lain,yang entah apa itu,yang membuat kalian harus selalu menjaga amarah itu agar terus terbakar
Tapi pertanyaannya sampai kapan
Sampai lebaran kuda kah,atau malah sampai ajal memjemput.