Rabu, 29 Januari 2020

Nafsu pot kosongku

Braaakkk
Suara pot bunga kosong beradu dengan kursi
Saat nafsuku tak tertahan
Sore mau hujan sementara tanah belum didapatkan
Tampa fikir waktu
Segera berlari
Untung masih gerimis
Jadi kaki masih bisa melangkah
Dan pot bisa bersemi
Bunga tumbuh mewangi

Depresi terselubung

Apa mesti kukemas perasaan ini
Kubungkus rapat 
Lalu kukirimkan lewat jnt atau jne
Jauh entah kemana
Tapi esoknya datang lagi entah dari mana
Perasaan itu yang membuatku kelu
Lalu kusadari aku tak bisa membuangnya
Jadi kupaksakan berjalan bersamanya
Meski tak suka,meski tak cinta

Cerita Pulang


Semestinya tak perlu aku jelaskan
Apa itu rindu tebal kepadamu 
ketika tak sengaja kau baca lirik itu
Karena itu hal biasa
Dan nanti kau akan merasakannya 
Tapi karena kau merengek paksa
Maka kuceritakan apa itu rindu 
Yang rasanya seperti asap rokok
Memenuhi paru paru namun tak bisa kau hembuskan
Malah berputar putar memenuhi
Isi kepalamu
Menyesakkan seluruh ruang kehidupanmu
Dan tak ada cara lain selain
Pulang...
Untuk menuntaskan semua yang terpendam

Kapan Kapan

Kapan kapan aku akan mengajakmu kesana
Ketempat dengan aroma luar biasa
Yang wanginya mengalahkan wangi ketek ibumu
Yang telah membuatku bertekuk lutut itu
Tapi kapan yah,tanyamu
Ya kapan kapan jawabku

Serupa Aku

Aku kerap bertanya pada nenek
Saat kulihat bintang dan rembulan
Apakah disana ada serupa aku
Yang juga sedang melihat kebumi
Dan juga bertanya serupa pada neneknya
Apakah ada  serupa aku disana 

Menantikan Rindu

Aku pernah menantikanmu
Berbulan bahkan bertahun menjadi rindu
Suatu waktu engkau disampingku
Dahaga itu terpuaskan
Tapi sekejap
Engkau pergi 
Kembali aku menantimu
Dalam doa berbalut rindu